Dokumen Roadmap Petakan Sektor Hidrogen Paling Menjanjikan, Ini yang Diprioritaskan Lebih Dulu
TERBARUKAN.COM, JAKARTA — Dokumen roadmap memetakan sektor hidrogen paling menjanjikan dan prioritas pengembangannya di Indonesia. Dalam kerja sama Indonesia-Jepang, tidak semua sektor dipacu dengan kecepatan yang sama. Roadmap justru menekankan pentingnya memilih area yang paling realistis untuk dimulai lebih dulu.
Naskah ini bersumber dari Publikasi Bidang Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM dalam dokumen Indonesia–Japan Collaboration Roadmap for Accelerating a Hydrogen Ammonia Society in Indonesia (HASI).
Dokumen tersebut menempatkan de-dieselisasi berbasis hidrogen dan transportasi darat sebagai dua sektor yang memiliki peluang implementasi lebih awal. Alasannya, keduanya dinilai memiliki kebutuhan mendesak, potensi manfaat nyata, dan ruang penerapan yang lebih mudah dibatasi dalam skala demonstrasi.
Selain itu, pembangkitan listrik juga diposisikan penting karena sektor ini menjadi kunci penurunan emisi sistem energi secara keseluruhan. Namun penerapannya dinilai membutuhkan kesiapan teknis dan pasokan yang lebih kompleks, sehingga pendekatannya lebih bertahap melalui co-firing sebelum mono-firing.
Untuk aviasi, fokus diletakkan pada pengembangan SAF yang didukung clean hydrogen. Sektor ini menjanjikan karena memiliki pasar potensial, namun tetap membutuhkan proses industrialisasi yang tidak singkat. Sementara maritim dan ekspor dipandang strategis dalam jangka panjang karena berkaitan dengan posisi Indonesia dalam perdagangan energi bersih kawasan.
Adapun pupuk hijau diakui penting, tetapi komersialisasinya diperkirakan bergerak lebih lambat dan baru lebih signifikan setelah 2045. Hal ini terutama karena tantangan harga clean hydrogen yang masih tinggi serta kebutuhan integrasi dengan fasilitas industri eksisting.
Dengan kata lain, roadmap ini tidak memandang semua sektor secara seragam. Pemerintah dan mitra Jepang diarahkan untuk lebih dulu mendorong sektor yang memberi bukti awal paling kuat, lalu memakai keberhasilan itu untuk memperluas pasar ke sektor lain pada tahap berikutnya.
Pendekatan bertahap ini menjadi penting agar pengembangan hidrogen dan amonia di Indonesia tidak terjebak pada target besar tanpa pijakan implementasi yang jelas. Dari sudut pandang kebijakan, sektor prioritas dipilih bukan hanya karena potensi teknologinya, tetapi juga karena peluang keberhasilan komersial pada fase awal.
