50 Perusahaan Industri Dibidik Program Dekarbonisasi IEL Batch 2, Hemat Energi Capai Rp17,3 Triliun

50 Perusahaan Industri Dibidik Program Dekarbonisasi IEL Batch 2, Hemat Energi Capai Rp17,3 Triliun
Pendaftaran Industrial Energy Lab (IEL) Batch 2, hasil kerja sama dengan Pemerintah Jerman melalui program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI).

TERBARUKAN.COM, JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka pendaftaran Industrial Energy Lab (IEL) Batch 2, program asistensi teknis dekarbonisasi yang menyasar 50 perusahaan dari sembilan subsektor industri intensif energi. Pendaftaran dibuka hingga tahun 2027 melalui kerja sama Kementerian ESDM dengan Pemerintah Jerman lewat program Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Data Kementerian ESDM mencatat, 469 perusahaan yang aktif menerapkan manajemen energi berhasil menghemat biaya operasional hingga Rp17,3 triliun sejak program serupa digulirkan.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, menegaskan efisiensi energi bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi daya saing industri nasional.

“Kita harus menempatkan efisiensi energi sebagai first fuel atau sumber energi utama kita. Langkah ini harus dibarengi dengan optimalisasi energi terbarukan yang bersifat non-tradable dengan memaksimalkan potensi domestik,” kata Hendra dalam Sosialisasi Proyek SETI di Jakarta, Selasa (7/4/2025).

Mengapa Sekarang?

Lead Industry Decarbonisation GIZ Indonesia/ASEAN, Johannes Anhorn, menyebut dekarbonisasi industri sudah bergeser dari pilihan menjadi keharusan global. Tekanan datang dari dua arah sekaligus: rantai pasok internasional dan akses pembiayaan.

“Pertanyaannya bukan lagi ‘mengapa’, melainkan ‘mengapa tidak?’ Efisiensi energi langsung mengurangi biaya operasional, menurunkan risiko, dan mengeliminasi emisi secara bersamaan,” tegas Johannes.

Apa yang Didapat Peserta?

Perusahaan terpilih akan menerima paket dukungan teknis komprehensif, meliputi:

  • 10 Investment Grade Audits (IGA) pada teknologi kritis seperti sistem pemanas dan boiler
  • 40 layanan penasihat teknis untuk mengidentifikasi solusi energi yang layak secara ekonomi
  • Matchmaking dengan penyedia teknologi dan lembaga pembiayaan
  • Pendampingan penyusunan proposal proyek yang bankable
  • Pelatihan pengukuran dan verifikasi (M&V)

Seleksi Tiga Tahap

Pendaftaran dilakukan melalui tiga tahapan seleksi: administrasi, in-depth survey, dan wawancara akhir. Perusahaan industri dapat mendaftar melalui tautan resmi: https://bit.ly/RegistrationForm-SETIBatch2

Baca juga:  Severn Trent Hemat 4 Juta Liter Air Per Hari di 2024 Berkat Smart Meter

Bukti dari Batch 1

IEL Batch 2 merupakan kelanjutan dari Batch 1 yang telah menjangkau lebih dari 140 peserta pelatihan, lima perusahaan penerima audit energi, dan satu perusahaan yang mendapat dukungan studi pra-kelayakan. Sebanyak 14 perusahaan telah berkomitmen mengimplementasikan energi terbarukan dan efisiensi energi secara konkret.

Adi Christian, Factory Manager PT Freyabadi Indotama, mengakui program ini mengubah cara perusahaannya memandang investasi teknologi hijau.

“SETI memberikan jalan dan meyakinkan kami secara teknis melalui asistensi yang detail. Bantuan SETI memastikan bahwa penyedia teknologi sudah teruji dan melalui proses screening, sehingga kami yakin untuk mengambil keputusan investasi teknologi,” ungkap Adi.

Program IEL Batch 2 menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE) 2060 sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah tekanan geopolitik energi global. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *